Keindahan alam Bengkulu, khususnya di wilayah pesisir barat, adalah aset berharga yang memerlukan perhatian khusus. Dalam upaya menjaga kelestarian ini, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) cabang Bengkulu berperan krusial dalam mewujudkan Bengkulu Hijau. Mereka aktif mengedukasi dan mengimplementasikan berbagai program untuk memastikan keindahan alam tetap terjaga, dari pantai hingga hutan mangrove.

Peran pertama Hakli dalam visi Bengkulu Hijau adalah edukasi masyarakat pesisir tentang pengelolaan sampah. Hakli secara rutin menyelenggarakan penyuluhan mengenai bahaya sampah plastik bagi ekosistem laut dan pentingnya memilah sampah dari sumbernya. Mereka mendorong praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi volume sampah yang mencemari pantai dan laut.

Kedua, Hakli fokus pada konservasi ekosistem mangrove dan terumbu karang. Kedua ekosistem ini vital sebagai penahan abrasi, habitat biota laut, dan penyerap karbon. Hakli mengorganisir kegiatan penanaman mangrove dan kampanye perlindungan terumbu karang, mengajak komunitas lokal untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian.

Ketiga, Hakli terlibat dalam advokasi kebijakan terkait zonasi wilayah pesisir dan pengelolaan limbah. Mereka memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk merumuskan regulasi yang lebih ketat terhadap pembuangan limbah industri maupun domestik. Tujuannya adalah mencegah pencemaran yang dapat merusak keindahan alam pesisir.

Keempat, Hakli aktif melakukan penelitian dan pemantauan kualitas air laut dan udara di sepanjang pesisir barat. Data yang terkumpul menjadi dasar ilmiah untuk mengidentifikasi potensi ancaman lingkungan dan merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Ini adalah langkah proaktif demi mewujudkan Bengkulu Hijau yang berkelanjutan.

Kelima, Hakli membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pelaku pariwisata, dan komunitas nelayan. Sinergi ini memperkuat upaya kolektif dalam menjaga kebersihan pantai, melestarikan biota laut, dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah ini, Hakli tidak hanya berfokus pada penanganan masalah, tetapi juga pada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Dampak dari upaya mereka mulai terlihat dari peningkatan kesadaran warga, berkurangnya sampah di beberapa area pantai, dan munculnya inisiatif-inisiatif lokal untuk menjaga lingkungan.