Langkah pertama yang disosialisasikan oleh tim ahli adalah mengenai Cara Mengelola Limbah Medis pemilahan sejak dari sumbernya. Banyak warga yang masih mencampur bekas masker atau perban langsung ke dalam kantong plastik sampah rumah tangga umum. Padahal, limbah tersebut berpotensi membawa virus atau bakteri yang dapat membahayakan petugas kebersihan saat proses pengangkutan. HAKLI menyarankan agar masyarakat menyediakan wadah khusus yang tertutup rapat dan diberi tanda peringatan untuk menampung sampah-sampah medis tersebut. Dengan pemilahan yang ketat, risiko kecelakaan kerja bagi petugas pengolah sampah di Bengkulu dapat ditekan secara signifikan.
Fokus utama lainnya adalah mengenai penanganan limbah medis tajam seperti jarum suntik atau lanset bekas cek gula darah. Jarum bekas sangat berbahaya karena dapat menusuk kulit dan menularkan penyakit berbahaya melalui darah seperti hepatitis atau HIV. Masyarakat diinstruksikan untuk tidak membuang jarum langsung ke plastik, melainkan menyimpannya di dalam wadah berbahan plastik tebal yang tidak tembus tusukan, seperti bekas botol deterjen atau kaleng tertutup. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kita terhadap keamanan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan luka yang tidak disengaja bagi orang lain maupun hewan di sekitar tempat pembuangan.
Proses Cara Mengelola Limbah Medis juga harus melalui jalur yang tepat. HAKLI Bengkulu menyarankan agar setelah wadah khusus limbah medis penuh, warga dapat berkonsultasi atau menyerahkannya ke puskesmas terdekat untuk ikut dimusnahkan melalui insinerator berstandar medis. Hal ini jauh lebih aman dibandingkan dengan membakar sampah medis di halaman rumah atau membuangnya ke sungai. Pembakaran sampah medis secara sembarangan dapat melepaskan zat dioksin dan furan ke udara yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker bagi siapa saja yang menghirup asapnya secara terus-menerus.
Selain itu, pengelolaan obat-obatan yang sudah tidak terpakai atau sudah melewati masa berlakunya juga menjadi perhatian serius. Membuang obat sembarangan ke wastafel atau tanah dapat merusak ekosistem air tanah karena kandungan kimianya. HAKLI memberikan panduan agar label pada botol obat dihilangkan terlebih dahulu untuk menghindari penyalahgunaan, kemudian obat dihancurkan dan dicampur dengan bahan lain yang tidak menarik (seperti ampas kopi) sebelum dibuang. Kesadaran akan detail kecil seperti ini merupakan wujud nyata dari kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan secara menyeluruh di wilayah Bengkulu.