Tempat ibadah merupakan fasilitas publik yang memiliki frekuensi penggunaan sangat tinggi, terutama pada momen-momen tertentu seperti perayaan hari besar atau bulan suci. Kebutuhan akan sterilisasi area untuk menjamin keamanan jemaah dari paparan virus dan bakteri menjadi sangat krusial. HAKLI Bengkulu memberikan perhatian serius terhadap hal ini dengan menyelenggarakan program edukasi mengenai penggunaan disinfektan aman yang efektif digunakan di area tempat ibadah. Pemahaman yang keliru mengenai tata cara desinfeksi sering kali menimbulkan risiko baru bagi kesehatan, sehingga edukasi dari ahli kesehatan lingkungan sangat diperlukan.
Banyak pengurus masjid atau tempat ibadah di Bengkulu yang sering kali mencampur bahan kimia pembersih secara berlebihan atau menggunakan konsentrasi yang terlalu tinggi, dengan anggapan semakin kuat baunya maka semakin bersih areanya. HAKLI Bengkulu menekankan bahwa tindakan ini sangat berbahaya karena paparan bahan kimia yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan iritasi kulit bagi jemaah, khususnya bagi lansia dan anak-anak. Edukasi yang diberikan mencakup pemilihan jenis disinfektan yang sesuai standar kesehatan, cara pengenceran yang tepat, hingga metode aplikasi yang efektif namun tidak merusak furnitur atau karpet masjid.
Para pengurus tempat ibadah diajarkan bahwa proses desinfeksi yang aman harus dilakukan saat area sedang kosong atau dengan memberikan jeda waktu sebelum jemaah datang. HAKLI memberikan panduan praktis mengenai pentingnya ventilasi ruangan setelah penyemprotan agar sisa-sisa uap kimia cepat hilang. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) sederhana seperti masker dan sarung tangan bagi petugas yang melakukan pembersihan juga menjadi poin penting yang terus disosialisasikan. Dengan menerapkan prosedur yang benar, risiko paparan kimia bagi petugas dan jemaah dapat ditekan hingga ke tingkat minimal.
Selain aspek teknis penggunaan bahan kimia, HAKLI Bengkulu juga menekankan bahwa disinfeksi hanyalah pelengkap dari kegiatan pembersihan rutin. Lantai dan permukaan yang sering disentuh harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air sebelum disemprotkan disinfektan. Tanpa pembersihan mekanis yang baik, lapisan kotoran akan melindungi kuman, sehingga disinfektan tidak akan bekerja secara optimal. Edukasi mengenai hierarki kebersihan ini sangat penting bagi para pengurus masjid agar mereka tidak hanya mengandalkan penyemprotan, tetapi juga tetap menjaga kebersihan fisik bangunan secara rutin.