Lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para pegawai di sektor publik. Menyadari hal tersebut, HAKLI Bengkulu melakukan sebuah langkah strategis dengan menginisiasi program Sertifikasi Eco-Friendly Office. Program ini dirancang sebagai standar evaluasi kesehatan lingkungan di ruang perkantoran, yang secara khusus menyasar Instansi Pemerintah di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu. Melalui gagasan ini, para ahli kesehatan lingkungan ingin memastikan bahwa kantor pelayanan publik tidak hanya menjadi tempat bekerja yang nyaman, tetapi juga memenuhi kriteria sanitasi, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah yang berstandar nasional.
Penerapan Sertifikasi Eco-Friendly Office melibatkan berbagai parameter penilaian yang komprehensif. Tim auditor dari HAKLI Bengkulu akan melakukan pemeriksaan mendalam mulai dari kualitas udara dalam ruangan (indoor air quality), sistem pencahayaan, ketersediaan akses air bersih, hingga manajemen pembuangan sampah kantor. Di lingkungan Instansi Pemerintah, sering kali ditemukan kendala dalam pengelolaan arsip dan limbah kertas yang menumpuk. Dengan adanya sertifikasi ini, setiap kantor didorong untuk beralih ke sistem digital dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara ketat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih bersih dan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Fokus program ini di Bengkulu juga mencakup aspek kesehatan dan keselamatan kerja dari sudut pandang sanitarian. Kantor yang ramah lingkungan harus memiliki sistem sirkulasi udara yang baik untuk mencegah penularan penyakit menular serta menyediakan sarana sanitasi yang inklusif dan higienis. Dengan mengikuti standar Sertifikasi Eco-Friendly Office, pimpinan instansi dapat mengetahui kelemahan sarana dan prasarana mereka yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Sertifikat yang diberikan bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan sebuah pengakuan atas komitmen lembaga dalam menjaga kualitas hidup pegawainya sekaligus berperan aktif dalam upaya pelestarian alam melalui penghematan sumber daya listrik dan air secara signifikan.
Selain aspek teknis, program ini bertujuan untuk mengubah budaya organisasi di dalam Instansi Pemerintah. Para pegawai diajak untuk membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di area kantor dan menjaga kebersihan ruang kerja secara mandiri.