Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai yang panjang dan menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut, termasuk penyu yang merupakan spesies dilindungi. Keberadaan penyu sebagai indikator kesehatan laut sangat bergantung pada kondisi lingkungan pesisir tempat mereka mendarat untuk bertelur. HAKLI Bengkulu sebagai organisasi profesi kesehatan lingkungan melihat bahwa kualitas kebersihan di area pantai tidak hanya berdampak pada estetika pariwisata, tetapi juga berpengaruh langsung pada ekosistem laut. Selain melakukan pembersihan rutin, organisasi ini juga menekankan pentingnya menjaga sabuk hijau sebagai pelindung alami daratan dari abrasi sekaligus area pendaratan yang aman bagi satwa. Memahami hubungan sanitasi pantai yang baik dengan kelestarian penyu menjadi kunci utama dalam menjaga biodiversitas laut di Bumi Rafflesia untuk generasi mendatang.
Masalah utama yang mengancam sanitasi di pesisir Bengkulu adalah penumpukan sampah plastik dan limbah domestik yang terbawa oleh arus laut maupun dari aktivitas pengunjung. Sampah plastik yang tertimbun di pasir pantai dapat menghalangi penyu betina saat mencari lokasi bertelur yang tepat. Selain itu, plastik yang terurai menjadi mikroplastik dapat masuk ke dalam sistem pencernaan penyu yang sering kali salah mengira plastik sebagai ubur-ubur, makanan alami mereka. HAKLI Bengkulu terus memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir dan pelaku usaha wisata mengenai pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi agar tidak ada lagi limbah yang berakhir di bibir pantai dan merusak habitat alami tersebut.
Kualitas air laut di sekitar pesisir juga sangat dipengaruhi oleh sanitasi daratan. Pembuangan limbah cair dari pemukiman dan industri tanpa pengolahan yang benar dapat meningkatkan kadar polutan dan menurunkan kadar oksigen di dalam air. Kondisi air yang tercemar tidak hanya merusak terumbu karang yang merupakan tempat mencari makan penyu, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi pada tukik (bayi penyu) yang baru menetas saat mereka menuju ke laut. HAKLI Bengkulu mendorong penguatan sistem drainase dan penyediaan tangki septik komunal di kawasan pesisir guna memastikan tidak ada kebocoran nutrisi atau bakteri patogen yang masuk ke perairan laut dan mengganggu siklus hidup biota laut yang sensitif.