Kawasan pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana alam seperti abrasi serta tsunami. HAKLI Bengkulu menekankan bahwa pemeliharaan Sabuk Hijau pantai bukan hanya soal keindahan alam, melainkan bagian dari strategi kesehatan lingkungan siber-fisik yang mendasar. Upaya perlindungan ini tidak hanya mencakup vegetasi darat, tetapi juga ekosistem bawah laut yang menjadi pondasi kekuatan pesisir. Melalui upaya konservasi terumbu karang, masyarakat diajak untuk memahami bahwa laut yang sehat akan memberikan perlindungan alami bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai dari hantaman ombak yang kian besar.
Keberadaan sabuk hijau yang terdiri dari hutan mangrove dan vegetasi pantai lainnya berfungsi sebagai filter alami yang mencegah intrusi air laut ke dalam cadangan air tanah warga. Bagi kesehatan lingkungan, air tanah yang tawar dan bersih sangat krusial untuk kebutuhan konsumsi harian masyarakat pesisir. Mangrove juga memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap polutan organik di muara sungai, sehingga kualitas air di sekitar pemukiman tetap terjaga dan terhindar dari bau tidak sedap serta bibit penyakit yang terbawa aliran air.
Sebagai pelindung alami, vegetasi pesisir juga berperan dalam menjaga kelembapan udara dan meredam angin kencang yang membawa uap garam berlebih ke pemukiman. HAKLI Bengkulu aktif melakukan penanaman kembali di area-area yang mulai gundul akibat pembangunan atau penebangan liar. Kesadaran masyarakat untuk tidak merusak ekosistem pantai terus dipupuk melalui program edukasi sekolah dan komunitas nelayan, karena kerusakan satu elemen pesisir akan berdampak domino pada kesehatan dan keselamatan warga secara keseluruhan di masa depan.
Lebih lanjut, pemanfaatan sabuk hijau juga dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata yang mendukung ekonomi lokal tanpa merusak lingkungan. HAKLI mendorong pengelolaan pesisir yang berbasis pada kearifan lokal, di mana masyarakat merasa memiliki dan secara mandiri menjaga kelestarian hutan pantai mereka. Dengan pesisir yang terjaga, ancaman abrasi yang merusak rumah warga dapat diminimalisir, dan kualitas hidup masyarakat Bengkulu yang tinggal di area pantai akan meningkat seiring dengan lingkungan yang semakin sehat dan asri.