Erosi sungai bukan hanya masalah hilangnya daratan, tetapi juga penurunan kualitas air akibat sedimentasi yang tinggi. Dalam program ini, HAKLI Bengkulu memilih jenis vegetasi yang memiliki sistem perakaran kuat dan mampu mengikat tanah dengan efektif, seperti tanaman bambu, ketapang, dan jenis tanaman lokal lainnya. Aktivitas tanam pohon ini berfungsi sebagai tanggul alami yang meredam energi aliran air saat debit sungai meningkat, sehingga proses pengikisan pada dinding sungai dapat diminimalisir.
Selain untuk cegah erosi, keberadaan pohon di bantaran sungai juga berfungsi sebagai penyaring alami (buffer zone) yang menahan polutan dari daratan agar tidak langsung masuk ke badan air. Hal ini sangat penting untuk menjaga ekosistem akuatik dan ketersediaan bahan baku air bersih bagi warga Bengkulu. HAKLI menekankan bahwa kesehatan lingkungan sungai sangat bergantung pada kerimbunan vegetasi di sekitarnya. Pohon yang tumbuh besar nantinya juga akan berkontribusi pada penyerapan karbon dan pendinginan suhu udara di sekitar area aliran sungai.
Sinergi Komunitas dalam Pelestarian Lingkungan
Keberhasilan program penghijauan ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam merawat bibit yang telah ditanam. HAKLI Bengkulu tidak hanya melakukan penanaman secara simbolis, tetapi juga mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga pohon dari pembalakan liar atau pengalihan fungsi lahan kembali menjadi pemukiman ilegal. Komunitas pecinta alam dan mahasiswa juga dilibatkan sebagai kader lingkungan yang memantau pertumbuhan pohon tersebut secara berkala.
Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang murah namun berdampak besar bagi kelestarian alam di Bengkulu. Dengan bantaran sungai yang hijau dan kokoh, risiko bencana alam dapat ditekan, dan keindahan alam sungai dapat kembali dinikmati sebagai sarana rekreasi yang sehat. HAKLI terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi berbasis alam dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan lingkungan, membuktikan bahwa menjaga Tanam Pohon adalah investasi terbaik untuk menjaga kehidupan generasi mendatang dari ancaman bencana ekologis.