Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang sering dilanda bencana alam, seperti gempa bumi dan banjir, mengingat lokasinya yang berada di tepi pantai Barat Sumatera. Dalam situasi pascabencana, tantangan kesehatan lingkungan yang muncul sangatlah besar, terutama terkait dengan rusaknya infrastruktur Sanitasi dan terganggunya akses Air Bersih. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bengkulu memegang peran penting dalam fase ini, dengan fokus utama pada upaya Pemulihan Sanitasi dan penyediaan Air Bersih yang aman untuk mencegah wabah penyakit menular.

HAKLI Bengkulu mengidentifikasi bahwa tahap awal pascabencana adalah periode paling rentan terhadap ledakan kasus Penyakit Berbasis Lingkungan, seperti diare dan disentri, yang disebabkan oleh kontaminasi air dan lingkungan. Oleh karena itu, prioritas utama HAKLI adalah memastikan bahwa pengungsi dan komunitas terdampak memiliki akses segera terhadap Air Bersih yang layak konsumsi. Solusi taktis yang diterapkan HAKLI mencakup pemasangan unit filter air portabel di lokasi pengungsian, klorinasi sumur umum yang tergenang banjir, dan edukasi cepat kepada masyarakat tentang cara merebus atau menjernihkan air minum darurat. HAKLI juga aktif melakukan pengawasan mutu Air Bersih secara berkala di posko-posko penampungan.

Selain Air Bersih, Pemulihan Sanitasi darurat menjadi fokus krusial lainnya. Kerusakan jamban dan sistem pembuangan limbah dapat menyebabkan penyebaran kontaminan secara luas. HAKLI memimpin pembangunan fasilitas Sanitasi darurat yang higienis di lokasi pengungsian, seperti toilet komunal semi-permanen dan tempat pembuangan sampah sementara yang dikelola dengan baik. Rekomendasi HAKLI juga mencakup edukasi personal hygiene yang intensif, seperti pentingnya mencuci tangan, untuk memutus rantai penularan penyakit di tengah kondisi lingkungan yang rentan.

Dalam jangka panjang, Pemulihan Sanitasi yang diusulkan HAKLI Bengkulu berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana (resilient). Hal ini termasuk mendorong penggunaan teknologi septic tank komunal yang didesain anti-gempa atau anti-banjir, serta diversifikasi sumber Air Bersih agar tidak bergantung pada satu sumber tunggal. HAKLI juga mendesak Pemerintah Daerah untuk mengintegrasikan ahli kesehatan lingkungan dalam setiap perencanaan pra-bencana dan respons pascabencana.

Peran HAKLI Bengkulu dalam Pemulihan Sanitasi dan Air Bersih pascabencana menunjukkan bahwa kesehatan lingkungan adalah komponen integral dari kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan. Dengan fokus pada aspek fundamental ini, mereka tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga melindungi masyarakat dari ancaman kesehatan sekunder yang seringkali lebih mematikan setelah bencana berlalu.

Kategori: Berita