Pakaian sintetis telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lemari pakaian kita. Bahan seperti poliester, nilon, akrilik, dan spandeks menawarkan daya tahan, elastisitas, dan harga terjangkau. Namun, di balik kenyamanannya, tersimpan ancaman lingkungan yang serius: pelepasan microplastik setiap kali kita mencuci baju.
Saat mesin cuci berputar, serat-serat halus dari pakaian sintetis terlepas. Serat-serat ini adalah bentuk microplastik, fragmen kecil yang tak kasat mata. Jumlah serat yang terlepas bisa mencapai ribuan bahkan jutaan dari satu kali pencucian, tergantung jenis bahan dan kondisi pakaian.
Masalah utamanya adalah sistem penyaringan air pada mesin cuci tidak dirancang untuk menangkap partikel sekecil ini. Akibatnya, serat-serat microplastik ini terbawa bersama air limbah rumah tangga, langsung menuju saluran pembuangan air.
Dari saluran pembuangan, microplastik ini seringkali melewati instalasi pengolahan air limbah tanpa terfilter. Ukuran mereka yang mikro memungkinkan mereka meloloskan diri dan akhirnya mencapai sungai, danau, serta yang paling sering, lautan luas.
Setelah berada di lingkungan air, microplastik dari pakaian sintetis berkontribusi pada polusi plastik global. Mereka tidak terurai secara hayati; sebaliknya, mereka bertahan selama ratusan tahun, mengambang atau mengendap di dasar laut.
Dampak buruknya terhadap kehidupan laut sangat signifikan. Hewan laut, mulai dari plankton terkecil hingga ikan paus, dapat menelan serat-serat ini. Mereka salah mengira microplastik sebagai sumber makanan, yang berbahaya bagi kesehatan mereka.
Penelanan microplastik dapat menyebabkan penyumbatan saluran pencernaan pada hewan, mengakibatkan rasa kenyang palsu dan kekurangan gizi. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi tingkat reproduksi, dan bahkan berujung pada kematian.
Selain itu, serat-serat dari pakaian sintetis ini dapat menarik dan mengikat bahan kimia beracun yang ada di air. Polutan seperti pestisida dan logam berat menempel pada permukaan microplastik, menciptakan koktail berbahaya.
Ketika hewan menelan serat yang terkontaminasi, mereka juga mengonsumsi racun-racun ini. Ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang transfer racun dalam rantai makanan, berpotensi memengaruhi kesehatan manusia yang mengonsumsi makanan laut.
Lantas, bagaimana kita bisa mengurangi dampak ini? Ada beberapa langkah yang bisa kita ambil. Pertama, pertimbangkan untuk mencuci pakaian sintetis lebih jarang jika memungkinkan. Cuci hanya saat benar-benar diperlukan untuk mengurangi frekuensi pelepasan serat.