Pasar hewan merupakan salah satu titik krusial dalam rantai pasokan pangan sekaligus area yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia). Belajar dari berbagai krisis kesehatan global di masa lalu, HAKLI Bengkulu menetapkan tahun 2026 sebagai momentum transformasi total melalui penerapan pasar hewan bersih. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perdagangan ternak yang higienis, teratur, dan memenuhi standar kesehatan lingkungan yang ketat guna mencegah munculnya bibit penyakit baru yang dapat mengancam stabilitas kesehatan masyarakat di wilayah Sumatera.
Langkah pertama yang diambil oleh HAKLI Bengkulu adalah melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah di pasar-pasar hewan tradisional. Sebagian besar pasar hewan sebelumnya mengalami masalah pada drainase yang buruk, penumpukan kotoran ternak yang tidak terkelola, hingga kurangnya fasilitas air bersih yang memadai. Melalui standar sanitasi baru, setiap pasar diwajibkan memiliki sistem pengolahan limbah cair (IPAL) sederhana agar sisa pembersihan kandang tidak mencemari saluran air warga sekitar. Selain itu, manajemen pengelolaan sampah organik dari sisa pakan dan kotoran diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sehingga pasar tidak lagi menjadi sumber bau yang mengganggu kenyamanan publik.
Evaluasi berkala dilakukan untuk memantau keberhasilan implementasi protokol kesehatan di lapangan. Para ahli kesehatan lingkungan dari HAKLI memberikan pelatihan langsung kepada para pedagang dan pengelola pasar mengenai pentingnya desinfeksi rutin pada area kandang dan kendaraan pengangkut ternak. Hal ini menjadi krusial pasca wabah melanda beberapa tahun sebelumnya, di mana kesadaran akan biosekuriti menjadi harga mati. Penggunaan desinfektan yang ramah lingkungan namun efektif menjadi salah satu poin utama dalam edukasi yang diberikan, agar upaya kebersihan ini tidak justru menimbulkan pencemaran kimia baru di lingkungan pasar.
Fokus dari program ini juga mencakup penyediaan fasilitas higiene dasar yang memadai bagi pengunjung dan pedagang. Pembangunan tempat cuci tangan yang tersebar di titik-titik strategis dan perbaikan fasilitas toilet umum menjadi bagian dari syarat agar sebuah pasar hewan mendapatkan sertifikasi “Pasar Sehat” dari HAKLI. Bengkulu ingin memastikan bahwa setiap transaksi jual beli hewan terjadi dalam kondisi lingkungan yang terkendali. Dengan lingkungan pasar hewan yang bersih, risiko kontaminasi kuman pada manusia dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan nilai jual ternak karena kualitas kesehatannya lebih terjamin di mata pembeli.