Sosialisasi pelarangan praktik penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan pukat harimau, bom ikan, dan racun sianida intensif dilakukan bagi komunitas nelayan di Bengkulu. Metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan tersebut terbukti merusak terumbu karang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh kembali. Selain menghancurkan rumah bagi aneka jenis ikan, bahan peledak dan racun membunuh benih-benih ikan kecil sehingga menurunkan hasil tangkapan nelayan secara drastis dalam jangka panjang. Pemahaman akan dampak buruk kerusakan bahari perlu ditanamkan agar nelayan beralih menggunakan alat tangkap yang aman dan legal.

Sosialisasi pelarangan alat tangkap ilegal ini digencarkan HAKLI Bengkulu berkolaborasi dengan instansi kelautan guna melindungi ekosistem pesisir serta kualitas hasil perikanan. Nelayan diberikan edukasi mengenai tata cara penangkapan ikan yang berkelanjutan (sustainable fishing) tanpa memusnahkan rantai makanan di laut. Kualitas air laut dan kesehatan ikan yang ditangkap berhubungan langsung dengan kebersihan rantai pangan yang dikonsumsi masyarakat. Menjaga laut dari zat kimia berbahaya dan kerusakan fisik adalah kunci utama dalam menjamin ketahanan pangan hasil laut yang aman dan higienis.

Edukasi mengenai pentingnya perlindungan ekosistem laut dari praktik destructing fishing ini dikombinasikan dengan pengawasan kawasan perairan pantai. Inisiatif berkelanjutan ini diarahkan untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati laut dari ancaman praktik illegal fishing di sepanjang perairan Bengkulu. Pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di tingkat desa pesisir memperkuat peran aktif warga dalam melaporkan kegiatan pelanggaran laut. Laut yang terjaga dengan baik akan memberikan kesejahteraan yang melimpah bagi para nelayan.

Kesadaran untuk menjaga kelestarian perairan laut harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah pesisir. HAKLI Bengkulu terus aktif mendampingi masyarakat nelayan dalam menerapkan prinsip-prinsip kesehatan lingkungan pesisir secara utuh. Pemberdayaan ekonomi pesisir yang ramah lingkungan menjadi solusi konkrit agar nelayan tidak tergiur menggunakan cara-cara instan yang merusak. Dengan menghentikan praktik penangkapan ikan yang merusak, keindahan dan kekayaan hayati laut Bengkulu dapat dinikmati hingga generasi mendatang.

Kategori: Kesehatan